Postingan

Pesan Sang Dewi Waktu: Buat Ceritamu!

S etiap orang berhak mempunyai ceritanya masing-masing, meski tidak semua cerita manusia terabadikan untuk menjadi objek pembelajaran.   Penguasa-penguasa dunia kuno bukanlah mereka yang berada di atas takhta, mengayunkan tombak keperkasaan, atau mendirikan dasar kedigdayaan, para penguasa itu sebenarnya adalah para pujangga-pujangga yang membuat cerita, yang secara lemah lembut menggoreskan pena bertinta suara-suara magis; suara-suara itu menggaung melintasi zaman dengan keperkasaannya. Tanpa disadari, bahkan segala sesuatu adalah cerita… entah itu hanya dongeng, ilmu alam, ilmu ekonomi, politik, atau perkembangan peradaban.   Hercules dan Perseus telah berdiri atas semua raksasa, sang Putri Tidur telah dibangkitkan oleh ciuman, Aslan telah membawa Narnia ke babak yang baru, demikian juga Naruto yang menjadi Hokage. Burung yang tak menanam tapi masih bisa menemukan makanan, rerumputan yang menikmati manis-pahit pergantian musim, setetes air yang berada dalam lingkaran ...

N O A H; sang nabi (fun-fiction_Samuel Budiyanto)

"Gedubrak-gedabruk....Crakkkk!!!!!" bunyi itu bersahutan terus menerus dari ruang bawah. Segera seorang tua melompat dari dek menuju ke ruang bawah. Tampaklah seekor kucing sedang riang gembira mengejar seekor burung. "Hei ada apa dengan kalian? Tidak bisakah kalian diam?!" teriak pak tua tersebut. Kucing itu segera berhenti sambil terengah-engah di depan orang tua itu lalu berkata; "tuan, sudah berminggu-minggu kita hanya terombang-ambing di tempat pengap penuh binatang ini, tidakkah kakimu merasa bosan dan ingin mengejar sesuatu, meauuuw?" "Tentu saja aku ingin berlari-lari dan menikmati pemandangan yang luas lagi,.... Eh ngomong-ngomong apa kamu melihat seekor merpati yang kuterbangkan tadi pagi ke luar jendela? Aku menunggunya seharian tapi dia tidak pulang juga..." jawab pak tua tersebut. Belum sempat kucing itu menyahut kembali, datanglah seekor merpati dari atas lalu hinggap di pundak orang tua itu, berkatalah ia; "tu...

PERTEMUAN DI PERAYAAN ONISHUMA, By: Samuel Budiyanto

“Kenapa patung Samurai itu wajahnya rata?” tanya seorang bocah kepada seorang pria paruh baya di sampingnya. Pria paruh baya itu segera menggendongnya dan menjawab; “Wajah orang itu memang tidak dikenali nak, tetapi kita tetap mengenali sosoknya sebagai pendekar pedang penyelamat Onishuma dua puluh lima tahun yang lalu. Oleh karena dahulu dia melindungi kota inilah kita sekarang bisa hidup disini nak.” Perayaan hari itu mulai meriah sekali. Orang-orang dari berbagai sudut kota datang ke alun-alun Onishuma sambil berkerumun di depan patung seorang Samurai yang gagah. Patung itu adalah sebuah peringatan kepada seorang Samurai yang konon telah menyelamatkan daerah Onishuma dari tujuh ratus pasukan pembantai yang dipimpin oleh Hiruna Jimbo. Nama samurai itu adalah Iwachi. Orang-orang mengaguminya sebab Iwachi berhasil melindungi Onishuma seorang diri dengan hanya berbekal dua pedang, yaitu; Kodachi dan Katana. Menurut cerita orang-orang tua, Iwachi adalah merupakan pemuda pencari kayu bak...

Belajar dari tokoh...

Gambar
Masa muda Daud // Sukacita // Tetap ada dalam persekutuan dengan Allah Pada pelajaran yang lalu, kita telah melihat bagaimana Yonatan mempunyai kasih persahabatan yang indah dengan Daud. Nah sekarang kita mau belajar tentang apa yang membuat sahabat Yonatan itu kuat menghadapi hidupnya yang penuh tantangan. Nah, siapakah diantara kalian yang pernah menghadapi tantangan atau situasi yang sulit? Ketika kalian menghadapi ujian sekolah mungkin? Atau ketika kalian sedang berteman dan mengalami hal-hal yang tidak enak; difitnah, dimusuhi, diejek, atau dijauhi teman-teman? Atau mungkin juga ketika kalian melihat papa-mama sedang dalam masalah dan hati kalian ikut prihatin? Yuk, ingat sejenak pelajaran yang lalu. Yang telah lalu kita telah melihat bagaimana setelah Daud menang atas Goliat, ia diangkat menjadi perwira kerajaan Saul. Diutus kemanapun Daud selalu membawa kemenangan sebab TUHAN menyertai dia (1 Sam 18:5).  Dari mana sih keberhasilan Daud dimulai? Ayo kita pelajari ber...

Katekismus Kecil Westminster (1647)

Sebenarnya untuk mengerti isi Alkitab sebagai pegangan orang Kristen sepanjang zaman tidaklah mudah, tetapi dalam sejarah gereja Protestan, telah terdapat perumusan iman kepercayaan Kristiani yang kokoh dan berdasarkan Alkitab saja. Kini akan diketengahkan bagaimana Katekismus Westminster--yang pernah menjadi acuan katekisasi gereja Skotlandia tahun 1648--memberikan perumusan akan dalil-dalil iman Kristen yang paling mendasar dalam kehidupan ini. Barangsiapa yang ingin mendalami imannya dan mengenal kepercayaannya, Katekismus Westminster yang disajikan disini bisa menjadi acuan dasar untuk melangkah mengenal Tuhan. Knowing God, Knowing the Dignity of Man, and Knowing You,re Faith! Kekristenan yang selama ini kau pegang bukanlah kekristenan yang lemah tanpa nilai, bukanlah kekristenan yang tidak dapat mempertahankan dirinya dari serangan pemikiran manusia, dan bukanlah kekristenan yang lemah. Bila dasarmu kuat dalam imanmu, maka kau akan mendapatkan berkat yang luar biasa dalam hid...