N O A H; sang nabi (fun-fiction_Samuel Budiyanto)

"Gedubrak-gedabruk....Crakkkk!!!!!" bunyi itu bersahutan terus menerus dari ruang bawah. Segera seorang tua melompat dari dek menuju ke ruang bawah.
Tampaklah seekor kucing sedang riang gembira mengejar seekor burung.

"Hei ada apa dengan kalian? Tidak bisakah kalian diam?!" teriak pak tua tersebut.
Kucing itu segera berhenti sambil terengah-engah di depan orang tua itu lalu berkata; "tuan, sudah berminggu-minggu kita hanya terombang-ambing di tempat pengap penuh binatang ini, tidakkah kakimu merasa bosan dan ingin mengejar sesuatu, meauuuw?"

"Tentu saja aku ingin berlari-lari dan menikmati pemandangan yang luas lagi,.... Eh ngomong-ngomong apa kamu melihat seekor merpati yang kuterbangkan tadi pagi ke luar jendela? Aku menunggunya seharian tapi dia tidak pulang juga..." jawab pak tua tersebut.
Belum sempat kucing itu menyahut kembali, datanglah seekor merpati dari atas lalu hinggap di pundak orang tua itu, berkatalah ia; "tuan aku sudah disini dari tadi!"

Dengan sedikit terkejut bahagia, orang tua itu lalu memeluk merpati tersebut. Ia melihat di paruh merpati tersebut terdapat sebuah dahan tunas; sebuah daun menghijau.
Sahutnya; "Puji nama TUHAN, darimana gerangan engkau menemukan dahan hijau ini? Apakah kau sudah menemukan sebuah daratan????"

Namun merpati itu segera terbang dan hinggap di suatu tiang penyangga. Dilihatnya dari atas ternyata si kucing telah asyik mengasah kukunya sambil memandangi si merpati dengan pandangan sinis.
Kemudian berteriaklah merpati itu; "TUANKU, JIKA TUAN MAU TAHU DARIMANA AKU MENDAPATKAN DAHAN HIJAU INI LEMPARKAN DULU MONSTER BERKUMIS JELEK DAN BERBULU ITU KELUAR!!!"

Sambil tersenyum dan memegangi kepalanya, pak tua itu menyahut; "Kemarin keluarga burung pelatuk hampir membuat bahtera ini tenggelam dan membunuh kita semua, sekarang kalian masih saling mendendam selagi ada kesempatan melihat daratan?


Sejenak, bahtera itu terombang-ambing menuju Ararat dengan sedikit kejenakaan di dalamnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari tokoh...

Belajar dari tokoh.....

PERTEMUAN DI PERAYAAN ONISHUMA, By: Samuel Budiyanto