Pesan Sang Dewi Waktu: Buat Ceritamu!


Setiap orang berhak mempunyai ceritanya masing-masing, meski tidak semua cerita manusia terabadikan untuk menjadi objek pembelajaran. 

Penguasa-penguasa dunia kuno bukanlah mereka yang berada di atas takhta, mengayunkan tombak keperkasaan, atau mendirikan dasar kedigdayaan, para penguasa itu sebenarnya adalah para pujangga-pujangga yang membuat cerita, yang secara lemah lembut menggoreskan pena bertinta suara-suara magis; suara-suara itu menggaung melintasi zaman dengan keperkasaannya.
Tanpa disadari, bahkan segala sesuatu adalah cerita… entah itu hanya dongeng, ilmu alam, ilmu ekonomi, politik, atau perkembangan peradaban. 

Hercules dan Perseus telah berdiri atas semua raksasa, sang Putri Tidur telah dibangkitkan oleh ciuman, Aslan telah membawa Narnia ke babak yang baru, demikian juga Naruto yang menjadi Hokage. Burung yang tak menanam tapi masih bisa menemukan makanan, rerumputan yang menikmati manis-pahit pergantian musim, setetes air yang berada dalam lingkaran perubahan wujud, angin yang telah mengarungi dunia sejak zaman purbakala, bumi yang mengitari bintang raksasanya selama milyaran tahun… dan kisah seorang anak manusia dengan berjuta kemungkinan di waktu yang akan datang. 

Sang waktu dengan sinis melangkahkan kakinya tanpa mempedulikan apa yang terjadi. Diseretnya jubah panjangnya itu untuk menyapu masa pasir di belakangnya; pasir yang meninggalkan jejak tak terhapuskan. Ia telah melangkah maju terus-menerus tanpa henti, menciptakan ceritanya sendiri, sekaligus memberikan kesempatan bagi semua yang hidup untuk menciptakan cerita mereka masing-masing. Ia tidak peduli apa itu kebohongan, ilusi, maupun kebenaran. Ia tak memihak siapapun seperti yang selama ini dipikirkan oleh orang-orang yang merasa diri baik. 

Ia hanya berpesan; “buatlah cerita yang tak akan kau sesali. Engkau adalah buku tipis di rak raksasa perpustakaan semesta. Bila suatu saat tak ada yang akan menemukanmu untuk dibaca, setidaknya itu mempunyai isi yang tak membosankan.”

Ini ceritaku, mana ceritamu…? :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari tokoh...

Belajar dari tokoh.....

PERTEMUAN DI PERAYAAN ONISHUMA, By: Samuel Budiyanto